Strategi Pembelajaran
Apa itu strategi
pembelajaran? Yuk simak pembahasan dibawah ini yaa
Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuhh ❤❤
Hai
teman-teman bagaimana kabar kalian hari
ini? Semoga kalian tetap jaga kesehatan ya apalagi di musim pandemi seperti
sekarang ini. Kali ini saya akan memaparkan laporan bacaan mengenai “Strategi Pembelajaran”
yang saya dapati dari beberapa jurnal yang sesuai dengan tema yang saya bahas
guna memenuhi tugas mata kuliah Magang 1 yang diampu oleh dosen Farninda
Aditya, M.Pd. yuk simak dibawah ini ya.
Ngomong-ngomong
apakah kalian pernah mendengar kata strategi pembelajaran? Iya strategi
pembelajaran merupakan salah satu aspek yang harus kita ketahui sebagai calon
guru dan pastinya kalian tidak asing dengan kata strategi pembelajaran tersebut.
Sebelum mengetahui apa itu perangkat pembelajaran. strategi pembelajaran merupakan
beberapa kegiatan untuk mengorganisasikan materi pelajaran siswa, sebagai
bahan, peralatan dan waktu yang digunakan untuk proses pembelajaran dalam
mencapai tujuan kegiatan pembelajaran yang telah ditentukan. Stategi
pembeljaran juga tentunya terdapat beberapa macam dan metode yang akan menunjang
proses belajar mengajar. Berikut pembahasannya simak yaa.
Apa itu Strategi pembelajaran ?
Gerlach & Ely (1980) mengatakan
bahwa strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan
materi pelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu, meliputi sifat,
lingkup, dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada
siswa. Dick
& Carey (1996) berpendapat bahwa strategi
pembelajaran tidak hanya terbatas pada prosedur kegiatan, melainkan juga
termasuk di dalamnya materi atau paket pembelajaran. Strategi pembelajaran
terdiri atas semua komponen materi pelajaran dan prosedur yang akan digunakan
untuk membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
Strategi pembelajaran terdiri dari
metode dan teknik (prosedur) yang akan menjamin bahwa siswa akan betul-betul
mencapai tujuan pembelajaran. Kata metode dan teknik sering digunakan secara
bergantian. Gerlach & Ely (1980) mengatakan bahwa teknik (yang kadangkadang
disebut metode) dapat diamati dalam setiap kegiatan pembelajaran. Teknik adalah
jalan atau alat (way or means) yang digunakan oleh guru untuk mengarahkan
kegiatan siswa ke arah tujuan yang akan dicapai. Guru yang efektif sewaktu-waktu
siap menggunakan berbagai metode (teknik) dengan efektif dan efisien menuju
tercapainya tujuan. Metode,
menurut Winarno Surakhmad (1986) adalah cara, yang di dalam fungsinya merupakan
alat untuk mencapai suatu tujuan. Hal ini berlaku baik bagi guru (metode
mengajar) maupun bagi siswa (metode belajar). Makin baik metode yang dipakai,
makin efektif pula pencapaian tujuan. Namun, metode kadang-kadang dibedakan
dengan teknik. Metode bersifat prosedural, sedangkan teknik lebih bersifat
implementatif, maksudnya merupakan pelaksanaan apa yang sesungguhnya terjadi
(dilakukan guru) untuk mencapai tujuan. Dalam
rangka pencapaian tujuan pembelajaran, setiap guru dituntut untuk memahami
benar strategi pembelajaran yang akan diterapkannya. Sehubungan dengan hal
tersebut, seorang guru perlu memikirkan strategi pembelajaran yang akan
digunakannya. Pemilihan strategi pembelajaran yang tepat berdampak pada tingkat
penguasaan atau prestasi belajar siswa. strategi
pembelajaran merupakan salah satu unsur yang penting dipahami oleh guru.
Strategi pembelajaran disusun berdasarkan suatu pendekatan tertentu.
Gerlach & Ely (1980) juga
mengatakan bahwa perlu adanya kaitan antara strategi pembelajaran dengan tujuan
pembelajaran, agar diperoleh langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang efektif
dan efisien. Strategi pembelajaran terdiri dari metode dan teknik (prosedur)
yang akan menjamin bahwa siswa akan betul-betul mencapai tujuan pembelajaran.
Kata metode dan teknik sering digunakan secara bergantian. Gerlach & Ely
(1980) mengatakan bahwa teknik (yang kadangkadang disebut metode) dapat diamati
dalam setiap kegiatan pembelajaran. Teknik adalah jalan atau alat (way or
means) yang digunakan oleh guru untuk mengarahkan kegiatan siswa ke arah tujuan
yang akan dicapai. Guru yang efektif sewaktu-waktu siap menggunakan berbagai
metode (teknik) dengan efektif dan efisien menuju tercapainya tujuan
Penetapan strategi tersebut harus
didahului oleh analisis kekuatan musuh yang meliputi jumlah personal, kekuatan
senjata, kondisi lapangan, posisi musuh, dan sebagainya. Dalam perwujudannya,
strategi tersebut akan dikembangkan dan dijabarkan lebih lanjut menjadi
tindakan- tindakan nyata dalam medan pertempuran. (Abu Ahmadi, dan Joko Tri
Prasetya, 1997: 11). Istilah strategi k
dipakai oleh bidang-bidang ilmu lainnya, termasuk juga dalam dunia pendidikan.
Secara umum strategi mempunyai pengertian sebagai suatu garis besar haluan
dalam bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan. Kemudian jika
dihubungkan dengan kegiatan belajar mengajar, maka strategi dalam artian khusus
bisa diartikan sebagai pola umum kegiatan yang dilakukan guru-murid dalam suatu
perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah
digariskan. (Abu Ahmadi, dan Joko Tri Prasetya, 1997: 12).
Dalam
kamus ilmiah populer strategi mempunyai arti ilmu siasat atau muslihat untuk
mencapai suatu tujuan. (Pius A Partaaanto dan M. Dahlan Al Barry, 2001: 727)
Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk
bertindak dalam usaha mencapai tujuan atau sasaran yang ditentukan. (Syaiful
Bahri Jamrah dan Aswan Zain, 1996: 5) Dihubungkan dengan proses pembelajaran,
strategi biasa diartikan sebagai siasat atau pola-pola umum kegiatan guru dan
anak didik dalam perwujudan kegiaatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkaan.
Strategi Pembelajaran merupakan garis besar haluan
bertindak untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dalam arti ilmu dan kiat
didalam memanfaatkan segala sumber yang dimiliki dan/atau yang dapat dipakai
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Unsur-Unsur
Strategi Pembelajaran Agar dapat merancang serta melaksanakan strategi
pembelajaran yang efektif perlu memperhatikan unsur-unsur strategi dasar atau
tahapan langkah sebagai berikut:
a. Menetapkan
spisifikasi dari kualisifakasi perubahan prilaku, tujuan selalu dijadikan acuan
dasar dalam merancang dan melaksanakan setiap kegiatan pembelajaran. Oleh sebab
itu tujuan pembelajaran harus dirumuskan secara spesifik dalam arti mengarah
kepada perubahan perilaku tertentu dan operasional dalam arti dapat diukur.
b. Memilih
pendekatan pembelajar, suatu cara pandang dalam menyampaikan yang telah
direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam melaksanakan
kegiatan pembelajaran harus dipertimbang dan dipilih jalan pendekatan utama
yang dipandang paling ampuh, paling tepat, dan paling efektif guna mencapai
tujuan.
c. Memilih
dan menetapkan metode, teknik, dan prosedur pembelajaran. (1) Metode merupakan
cara yang dipilih untuk menyampaikan bahan sesuai dengan tujuan pembelajaran
(2) Teknik merupakan cara untuk melaksanakan metode dengan sarana penunjang
pembelajaran yang telah ditetapkan dengan memperhatikan kecepatan dan ketepatan
belajar untuk mencapai tujuan (3) Merancang Penilaian (4) Merancang Remedial
(5) Merancang Pengayaan.
Macam-Macam
Strategi. Secara umum strategi pembelajaran dibagi menjadi tiga:
1)
Strategi
Indukatif adalah suatu strategi pembelajaran yang memulai dari hal-hal yang
khusus barulah menuju hal yang umum.
2)
Strategi
Dedukatif adalah suatu strategi pembelajaran yang umum menuju hal-hal yang
khusus
3)
Strategi
campuran adalah gabungan dari strategi indukatif dan dedukatif. Adapula
strategi regresif yaitu strategi pembelajaran yang memakai titik tolak jaman
sekarang untuk kemudian menelusuri balik (kebelakang) ke masa lampau yang
merupakan latar belakang dari perkembangan kontemporer tersebut.
Depdiknas
(2003:32) merumuskan strategi pembelajaran sebagai cara pandang dan pola pikir
guru dalam mengajar agar pembelajaran menjadi efektif. Artinya rumusan yang
dibuat Depdiknas lebih spesifik dengan tujuan yang jelas yaitu meningkatkan
efektifitas pembelajaran. Rumusan Depdiknas tersebut diperkuat dengan
pernyataan selanjutnya bahwa dalam mengembangkan strategi pembelajaran, guru
perlu mempertimbangkan beberapa hal yang memungkinkan terciptanya pembelajaran
efektif dan berhasil baik.
Belajar
mengajar adalah suatu kegiatan yang bersifat edukatif. Nilai edukatif mewarnai
interaksi yang terjadi antar guru dan anak didik. Interaksi yang bersifat
edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk
mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaraan dilakukan.
Guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajaran secara sistematis dengan
memanfaatkan segala sesuatu guna kepentingan pengajaraan. Istilah
startegi sering digunakan dalam banyak konteks dengan makna yang tidak sama.
Dalam kontek pembelajaran, Nana Sudjana juga mengatakan bahwa strategi mengajar
adalah ” taktik” yang digunakan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar
(pembelajaran) agar dapat mempengaruhi siswa (peserta didik) untuk mencapai tujuan
pembelajaran (TIK) secara efektif dan efesien. (Ahmad Rohani dan Abu Ahmadi,
133). Strategi
Pembelajaran merupakan garis besar haluan bertindak untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan, dalam arti ilmu dan kiat didalam memanfaatkan segala sumber
yang dimiliki dan/atau yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Strategi Pembelajaran adalah metode
dalam arti luas yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, penilaian, pengayaan,
dan remedial yaitu memilih dan menentukan perubahan perilaku, pendekatan
prosedur, metode, teknik, dan norma-norma atau batas-batas keberhasilan.
Secara umum strategi
pembelajaran dibagi menjadi tiga : Strategi Indukatif adalah suatu strategi
pembelajaran yang memulai dari hal-hal yang khusus barulah menuju hal yang
umum. 2). Strategi Dedukatif adalah suatu strategi pembelajaran yang umum
menuju hal-hal yang khusus 3). Strategi campuran adalah gabungan dari strategi
indukatif dan dedukatif. Adapula strategi regresif yaitu strategi pembelajaran
yang memakai titik tolak jaman sekarang untuk kemudian menelusuri balik
(kebelakang) ke masa lampau yang merupakan latar belakang dari perkembangan
kontemporer tersebut. Strategi Pembelajaran adalah cara untuk menyampaikan pembelajaran
kepada siswa dan untuk menerima serta merespon masukan yang berasal dari siswa.
Ruang lingkup strategi
pembelajaran Secara makro, strategi pembelajaran
berkait dengan tindakan strategis guru dalam: (a) memilih dan
mengoperasionalkan tujuan pembelajaran (b) memilih dan menetapkan setting
pembelajaran (c) pengelolaan bahan ajar (d) pengalokasian waktu (e) pengaturan
bentuk aklivitas pembelajaran (f) metode teknik dan prosedur pembelajaran (g)
pemanfaatan penggunaan media pembelajaran (h) penerapan prinsip-prinsip
pembelajaran (i) penerapan pendekatan pola aktivitas pembelajaran (j)
pengemabangan iklim pembelajaran (k) pemilihan pengembangan dan pelaksanaan
evaluasi. (Supriadi Saputro, 2000: 23-24). Strategi pembelajaran
berhubungan dengan pembinaan dan pengembangan program pembelajaran.
Jenis-jenis
strategi pembelajaran sebagai berikut :
a. Strategi Pembelajaran Ekspoitri adalah strategi pembelajaran yang menekankan
kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada
sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai pelajaran dengan
optimal. Metode pembelajaran yang sering
digunakan adalah metode ceramah.
b. Strategi Pembelajaran Inquiry adalah rangkain
kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan
analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah. salah
satu metode dalam strategi ini adalah metode tutor sebaya
c. Strategi Pembelajaran Kooperatif merupakan strategi yang
menggunakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokan yang
memiliki latar belakang kemampuan, jenis kelamin, rasa tau suku yang berbeda
Referensi :
Sri anitah. Modul 1 : Strategi pembelajaran bahasa
indonesia
Muhaimin, Dkk. 1996. Strategi Belajar Mengajar. Surabaya
: Cv. Citra Media. Hal. 101
http://digilib.uinsby.ac.id/2658/5/Bab%202.pdf
Hadir Dan
Salim. 2012. Strategi Pembelajaran (Suatu Pendekatan Bagaimana Meningkatkan Kegiatan
Belajar Siswa Secara Transformatif). Medan : Perdana Publishing
Komentar
Posting Komentar