Kurikulum

 

Apa itu kurikulum? Yuk simak pembahasan dibawah ini yaa

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhh ❤❤

Hai teman-teman  bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga kalian tetap jaga kesehatan ya apalagi di musim pandemi seperti sekarang ini. Kali ini saya akan memaparkan laporan bacaan mengenai “Kurikulum” yang saya dapati dari beberapa jurnal yang sesuai dengan tema yang saya bahas guna memenuhi tugas mata kuliah Magang 1 yang diampu oleh dosen Farninda Aditya, M.Pd. yuk simak dibawah ini ya.

Ngomong-ngomong apakah kalian pernah mendengar kata kurikulum? Iya kurikulum merupakan salah satu aspek yang harus kita ketahui sebagai calon guru dan pastinya kalian tidak asing dengan kata kurikulum tersebut. Sebelum mengetahui apa itu kurikulum profesional. kurikulum ialah alat atau sitem yang digunakan dalam perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh lembaya pendidikan yang berisi rancangan proses belajar mengajar atau juga bisa diatikan sebagai pengarah pembelajaran agar leih terasah dengan baik. Penyusunan kurikulum juga menyesuaikan kedaan dan kemampuan di setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan itu sendiri serta dapat disesuaikan dengan lapangan kerja. Kurikulum juga tentunya bermaksud atau bertujuan untuk dapat mengarahkan pendidikan ke arah pembelajaran yang menyeluruh. Secara etimologis, kurikulum berasal dari bahasa inggris yaitu kata curriculum yang berarti rencana pelajaran (Echolz:1984). Kata Curriculum sendiri berasal dari kata "Currere yang berarti berlari cepat, tergesa gesa, menjelajahi, menjalani, dan berusaha (Hassibuan:1979). Berikut pembahasannya simak  yaa.

Apa Itu Kurikulum?

            Para ahli pendidikan di bidang kurikulum cukup beragam dalam memberikan pengertian kurikulum, J. Galen Saylor dan William M. Alexander dalam bukunya “Curriculum Planning” to better Teaching and Learning mengatakan bahwa kurikulum ialah segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar, apakah dalam ruang kelas, dihalaman sekolah atau diluar sekolah termasuk kurikulum. kurikulum itu bersipat luas meliputi semua usaha sekolah yang berhubungan dengan pengalaman siswa belajar dan terjadi bukan hanya dilingkungan sekolah, akan tetapi juga diluar sekolah dan sipatnya dapat mempengaruhi siswa dalam belajar, maka itu disebut kurikulum. Kurikulum dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 di bagian Bab I Pasal 1 ayat 19 adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

            kurikulum itu harus menggambarkan semua pengalaman siswa yang sedang dan akan dilakukan dikemudian hari, sehingga setiap siswa mempunyai bekal sebagai hasil pengamalaman belajar yang dibutuhkan ketika meraka sudah lulus dan hidup ditengah-tengah masyarakat. Hal ini juga diperkuat oleh William B. Ragan, Dalam buku Modern Elementary Curriculum menjelaskan bahwa kurikulum adalah : seluruh program dan kehidupan dalam sekolah yakni segala pengalaman anak di bawah tanggung jawab sekolah, kurikulum tidak hanya mengikuti batas pelajaran , tetapi seluruh kehidupan dalam kelas, jadi hubungan sosial antara guru dan murid, metode mengajar, cara mengevaluasi termasuk kurikulum. kurikulum juga mencakup semua kegiatan siswa dan guru yang dilengkapi dengan sarana prasarana untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat sebagai pengguna lulusan. Kurikulum merupakan aktivitas dan kegiatan belajar yang direncanakan, diprogramkan bagi peserta didik dibawah bimbingan sekolah baik didalam maupun diluar sekolah. Maka kurikulum dapat diartikan sejumlah pengalaman siswa yang direncanakan, diarahkan, dilaksanakan dan dipertanggung jawabkan oleh sekolah atau guru. Karena itulah kurikulum yang merancang, melaksanakan dan mempertanggung jawabkan kurikulum itu adalah sekolah atau guru sebagai ujung tombak dilapangan yang lebih mengetahui dan memahami kondisi peserta didik sesuai dengan latar belakangnya. Dengan demikian perubahan kurikulum semestinya berangkat dari kondisi di lapangan yang diketemukan, kemudian diusulkan ke diknas untuk mendapatkan pengakuan dan kelayakan atas perubahan kurikulum tersebut. Jadi kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan belajar mengajar. Semua kegiatan yang memberikan pengalaman belajar atau pendidikan bagi siswa pada hakekatnya adalah kurikulum. Menurut Beane, kurikulum yakni bahwa konsep kurikulum dapat diklasifikasikan ke dalam empat jenis pengertian yang meliputi :

a.       Kurikulum sebagai produk.

Merupakan hasil perencanaan, pengembangan, dan perekayasaan kurikulum.

b.      Kurikulum sebagai program.

Secara esensial merupakan kurikulum yang berbentuk programprogram pembelajaran secara riil

c.       Kurikulum sebagai hasil belajar yang ingin dicapai oleh para siswa. Mendeskripsikan kurikulum sebagai pengetahuan, keterampilan, perilaku, sikap dan berbagai bentuk pemahaman terhadap mata pelajaran.

d.      Kurikulum sebagai pengalaman belajar.

Menempatkan pengalaman belajar sebagai hal yang sangat penting dalam pembelajaran

Kurikulum Menurut John Dewey. John Dewey (1902) sudah sejak lama telah menggunakan istilah kurikulum dan hubungannya dengan anak didik. Dewey menegaskan bahwa kurikulum dan anak didik merupakan dua hal yang berbeda tetapi keduaduanya adalah proses tunggal dalam bidang pendidikan. Kurikulum merupakan suatu rekonstruksi berkelanjutan yang memaparkan pengalaman belajar anak didik melalui suatu susunan pengetahuan yang terorganisir dengan baik yang biasanya disebut kurikulum. Kurikulum yang lain ialah kurikulum pendidikan islam yang mana berpanduan kepada al-Qur’an dan hadist. Ciri-ciri kurikulum pendidikan Islam sebagaimana yang telah diteliti oleh Al Syaibani, memiliki kecenderungan sebagai berikut :

a.       Menonjolkan tujuan agama dan akhlaq pada berbagai tujuan, kandungan, metode, alat, dan tekniknya

b.      Memiliki perhatian yang luas dan kandungan yang menyeluruh

c.       Memiliki keseimbangan antara kandungan kurikulum dari segi ilmu dan seni, kemestian, pengalaman, dan kegiatan pengajaran yang beragam

d.      Berkecenderungan pada seni halus, aktivitas pendidikan jasmani, latihan militer, pengetahuan teknik latihan kejuruan, dan bahasa asing untuk perorangan maupun bagi mereka yang memiliki kesediaan bakat, dan keinginan.

e.       Keterkaitan kurikulum dengan kesediaan, minat, kemampuan, kebutuhan dan perbedaan perorangan diantara mereka

Landasan kurikulum menurut Nana Syaodih Sukmadinata mengemukakan empat landasan utama dalam pengembangan kurikulum, yaitu: (1) filosofis; (2) psikologis; (3) sosial-budaya; dan (4) ilmu pengetahuan dan teknologi. berikut uraian singkat dari landasan kurikulum :

1)        Landasan filosofis,

Filsafat memegang peranan penting dalam pengembangan kuikulum, maka dalam pengembangan kurikulum pun senantiasa berpijak pada aliranaliran filsafat tertentu, sehingga akan mewarnai terhadap konsep dan implementasi kurikulum yang dikembangkan. (Nana Sayodih, 1997 : 73). Aliran filsafat yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum yaitu :

a.       Perenialisme lebih menekankan pada keabadian, keidealan, kebenaran dan keindahan dari pada warisan budaya dan dampak sosial tertentu. Pengetahuan dianggap lebih penting daripada kegiatan sehari-hari sehingga yang menganut paham ini agak kurang memperhatikan kegiatan sehari-hari. menekankan pada kebenaran absolut, kebenaran universal yang tidak terikat pada tempat dan waktu. Aliran ini lebih berorientasi ke masa lalu.

b.      Essensialisme menekankan pentingnya pewarisan budaya dan pemberian pengetahuan dan keterampilan pada peserta didik agar dapat menjadi anggota masyarakat yang berguna. Matematika, sains dan mata pelajaran lainnya dianggap sebagai dasar-dasar substansi kurikulum yang berharga untuk hidup di masyarakat. Sama dengan prenialismen, essensialisme juga berorientasi pada masa lalu.

c.       Eksistensialisme menekankan pada individu sebagai sumber pengetahuan tentang hidup dan makna. Untuk memahami kehidupan seseorang mesti memahami dirinya sendiri. Aliran ini mempertanyakan : bagaimana saya hidup di dunia ? Apa pengalaman itu ?

d.      Progresivisme menekankan pada pentingnya melayani perbedaan individual, berpusat pada peserta didik, variasi pengalaman belajar dan proses. Progresivisme merupakan landasan bagi pengembangan belajar peserta didik aktif.

e.       Rekonstruktivisme merupakan elaborasi lanjut dari aliran progresivisme. Pada rekonstruktivisme, peradaban manusia masa depan sangat ditekankan. rekonstruktivisme lebih jauh menekankan tentang pemecahan masalah, berfikir kritis dan sejenisnya. Aliran ini akan mempertanyakan untuk apa berfikir kritis, memecahkan masalah, dan melakukan sesuatu ? Penganut aliran ini menekankan pada hasil belajar dari pada proses.

Aliran – aliran filsafat Perenialisme, Essensialisme, Eksistensialisme merupakan aliran filsafat yang mendasari terhadap pengembangan Model Kurikulum Subjek-Akademis. Sedangkan, filsafat progresivisme memberikan dasar bagi pengembangan Model Kurikulum Pendidikan Pribadi.Sementara, filsafat rekonstruktivisme banyak diterapkan dalam pengembangan Model Kurikulum Interaksional.

2)        Landasan psikologis,

Nana Syaodih Sukmadinata mengemukakan bahwa minimal terdapat dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum yaitu (1) psikologi perkembangan dan (2) psikologi belajar.Psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu berkenaan dengan perkembangannya. Psikologi belajar merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam konteks belajar.Psikologi belajar mengkaji tentang hakekat belajar dan teori-teori belajar, serta berbagai aspek perilaku individu lainnya dalam belajar, yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan sekaligus mendasari pengembangan kurikulum. Kemudian dikemukakan pula tentang 5 tipe kompetensi, yaitu :

a.       Motif; sesuatu yang dimiliki seseorang untuk berfikir secara konsisten atau keinginan untuk melakukan suatu aksi.

b.      Bawaan; yaitu karakteristik fisik yang merespons secara konsisten berbagai situasi atau informasi

c.       Konsep diri; yaitu tingkah laku, nilai atau image seseorang.

d.      Pengetahuan; yaitu informasi khusus yang dimiliki seseorang; dan

e.       Keterampilan; yaitu kemampuan melakukan tugas secara fisik maupun mental.

3.      Landasan sosial-budaya

Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan semata, namun memberikan bekal pengetahuan, keterampilan serta nilai-nilai untuk hidup, bekerja dan mencapai perkembangan lebih lanjut di masyarakat. Peserta didik berasal dari masyarakat, mendapatkan pendidikan baik formal maupun informal dalam lingkungan masyarakat dan diarahkan bagi kehidupan masyarakat pula.Kehidupan masyarakat, dengan segala karakteristik dan kekayaan budayanya menjadi landasan dan sekaligus acuan bagi pendidikan.

4.      Landasan ilmu pengetahuan dan teknologi

Diperlukan masyarakat yang berpengetahuan melalui belajar sepanjang hayat dengan standar mutu yang tinggi.Sifat pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai masyarakat sangat beragam dan canggih, sehingga diperlukan kurikulum yang disertai dengan kemampuan meta-kognisi dan kompetensi untuk berfikir dan belajar bagaimana belajar (learning to learn) dalam mengakses, memilih dan menilai pengetahuan, serta mengatasi situasi yang ambigu dan antisipatif terhadap ketidakpastian. Perkembangan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, terutama dalam bidang transportasi dan komunikasi telah mampu merubah tatanan kehidupan manusia.Oleh karena itu, kurikulum seyogyanya dapat mengakomodir dan mengantisipasi laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga peserta didik dapat mengimbangi dan sekaligus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemaslahatan dan kelangsungan hidup manusia. Perencanaan pendidikan harus memperhatikan berbagai aspek yang secara langsung atau tidak langsung dapat mempengaruhi implementasi kurikulum itu sendiri.

 

Sekian pembahasan mengenai kurikulum semoga dapat dipahami yaa

Wassalamualaikum Wr, Wb

Referensi :

Nana Sayodih. Pengembangan Kurikulum ; Teori dan Praktek, PT. Remaja Rosdakarya. Bandung, 1997, hlm. 73.

http://eprints.stainkudus.ac.id/2669/4/BAB%20II.pdf

http://repository.radenintan.ac.id/9167/1/LENGKAP%20Teori%20dan%20telaah%20Kurikulum.pdf

Sarinah. 2015. Pengantar Kurikulum. Yogyakarta : Deepublish

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perangkat Pembelajaran