Perangkat Pembelajaran
Apa itu perangkat
pembelajaran? Yuk simak pembahasan dibawah ini yaa
Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuhh ❤❤
Hai
teman-teman bagaimana kabar kalian hari
ini? Semoga kalian tetap jaga kesehatan ya apalagi di musim pandemi seperti
sekarang ini. Kali ini saya akan memaparkan laporan bacaan mengenai “Perangkat
Pembelajaran” yang saya dapati dari beberapa jurnal yang sesuai dengan tema
yang saya bahas guna memenuhi tugas mata kuliah Magang 1 yang diampu oleh dosen
Farninda Aditya, M.Pd. yuk simak dibawah ini ya.
Ngomong-ngomong
apakah kalian pernah mendengar kata perangkat pembelajaran? Iya perangkat
pembelajaran merupakan salah satu aspek yang harus kita ketahui sebagai calon
guru dan pastinya kalian tidak asing dengan kata perangkat pembelajaran tersebut.
Sebelum mengetahui apa itu perangkat pembelajaran. perangkat pembelajaran ialah
alat atau media berupa perlengkapan untuk melaksakan kegiatan pembelajaran. Berikut
pembahasannya simak yaa.
Apa itu perangkat pembelajaran?
Perangkat
pembelajaran merupukan hal yang harus disiapkan oleh guru sebelum melaksanakan
pembelajaran. Dalam KBBI (2007: 17), perangkat adalah alat atau perlengkapan,
sedangkan pembelajaran adalah proses atau cara menjadikan orang belajar.
Menurut Zuhdan, dkk (2011: 16) perangkat pembelajaran adalah alat atau
perlengkapan untuk melaksanakan proses yang memungkinkan pendidik dan peserta
didik melakukan kegiatan pembelajaran. Perangkat pembelajaran menjadi pegangan
bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium atau di
luar kelas. Dalam Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses
Pendidikan Dasar dan Menengah disebutkan bahwa penyusunan perangkat
pembelajaran merupakan bagian dari perencanaan pembelajaran. Perencanaan
pembelajaran dirancang dalam bentuk silabus dan RPP yang mengacu pada standar
isi. Selain itu, dalam perencanaan pembelajaran juga dilakukan penyiapan media
dan sumber belajar, perangkat penilaian, dan skenario pembelajaran.
Perangkat pembelajaran merupakan
suatu perencanaan yang dipergunakan dalam proses pembelajaran. Kunandar (2014: 6) menjelaskan
bahwa “setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun perangkat
pembelajaran yang lengkap, sistematis agar pembelajaran dapat berlangsung
secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta
didik untuk berpatisipasi aktif”. Perangkat
pembelajaran memiliki peranan penting bagi seorang guru sebelum memulai proses
pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang diperlukan dalam mengelola proses
belajar mengajar dapat berupa: silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
dan Lembar Aktivitas Siswa (LAS). Perangkat
Pembelajaran dapat diartikan sebagai alat kelengkapan yang digunakan untuk
membantu pembelajaran. Pada penelitian ini perangkat pembelajaran yang
digunakan terdiri dari silabus, RPP dan LAS. Perangkat pembelajaran merupakan suatu perangkat yang
dipergunakan dalam proses belajar mengajar. Setiap guru pada satuan pendidikan
berkewajiban menyusun perangkat pembelajaran yang berlangsung secara
interaktif, inspiratif, menyenangkan, memotivasi siswa untuk berpatisipasi
aktif (Poppy Kamalia Devi, dkk, 2009: 1-5). Perangkat pembelajaran yang
diperlukan dalam mengelola proses belajar mengajar dapat berupa: silabus,
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kegiatan Siswa (LKS), modul.
A. Silabus
Silabus merupakan rencana
pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran atau tema tertentu
yang mencakup Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, materi pokok atau pembelajaran, kegiatan
pembelajaran, indikator, pencapaian kompetensi untuk penilaian, alokasi waktu,
dan sumber belajar (Trianto, 2010:96). Silabus
adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema
tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi
pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu,
dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi
dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran,
dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian (BSNP, 2006: 14).
B. RPP
Menurut
Permendikbud No. 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Umum
Pembelajaran, bahwa tahap pertama dalam pembelajaran menurut standar proses
yaitu perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan kegiatan penyusunan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Selanjutnya dijelaskan bahwa RPP adalah
rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok
atau tema tertentu yang mengacu pada silabus. RPP mencakup beberapa hal yaitu:
(1) Data sekolah, mata pelajaran, dan kelas/ semester; (2) Materi Pokok; (3) Alokasi
waktu; (4) Tujuan pembelajaran, KD dan indikator pencapaian kompetensi; (5)
Materi pembelajaran; metode pembelajaran; (6) Media, alat dan sumber belajar;
(7) Langkah-langkah kegiatan pembelajaran; dan (7) Penilaian.
RPP merupakan perencanaan pendek
untuk memperkirakan seluruh kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa maupun guru
dalam kegiatan pembelajaran. Mulyasa (2008: 212) menyatakan
bahwa “RPP adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan manajemen
pembelajaran untuk mencapai satu atau lebih kompetensi dasar yang ditetapkan
dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus”. Sedangkan menurut Imas dan
Berlin (2014: 1) “Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah program
perencanaan yang disusun sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran untuk setiap
kali pertemuan”. Setelah silabus tersusun berikutnya guru menyusun Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Menurut Permendikbud Nomor 65 tahun 2013 dalam
Kunandar (2014: 5) tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah RPP adalah
rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. “Perencanaan proses pembelajaran
meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat
sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber
belajar, dan penilaian hasil belajar”.
C. Media Pembelajaran
Tugas yang diperintahkan dalam LKS
harus mengacu pada kompetensi dasar yang akan dicapai siswa. Tugas tersebut
dapat berupa tugas teoritis dan tugas praktis (Abdul Majid, 2008: 176-177). LKS
digunakan sebagai sarana untuk mengoptimalkan hasil belajar peserta didik dan meningkatkan
keterlibatan peserta didik dalam proses belajar mengajar. Menurut Hamidjojo yang dimaksud media
ialah semua bentuk perantara yang
dipakai orang penyebar ide, sehingga gagasan itu sampai kepada penerima.
Sedangkan, McLuhan memberikan batasan yang intinya bahwa media sarana yang
disebut saluran, karena pada hakekatnya media telah memperluas dan
memperpanjang kemampuan manusia untuk merasakan, mendengar dan melihat dalam
batas jarak dan waktu tertentu, kini dengan bantuan media batas-batas itu
hampir menjadi tidak ada. Dan selanjutnya Blacks dan Horalsen berpendapat,
media adalah saluran komunikasi atau medium yang digunakan untuk membawa atau
menyampaikan suatu pesan, di mana medium itu merupakan jalan atau alat dengan
mana suatu pesan berjalan antara komunikator ke komunikan. Sedangkan, istilah pembelajaran atau
pengajaran (ungkapan yang lebih banyak dikenal sebelumnya), adalah upaya untuk
membelajarkan pebelajar. Membelajarkan berarti usaha membuat seseorang belajar.
Dalam upaya pembelajaran terjadi komunikasi antara pebelajar (siswa) dengan
guru, pembelajar atau pengajar (ungkapan yang lebih umum digunakan sebelumnya),
sehingga proses pembelajaran seperti ini adalah sebagai bagian proses
komunikasi antar manusia (dalam hal ini yaitu antara pembelajar dan pebelajar).
Meskipun
dapat saja terjadi komunikasi langsung antara pebelajar dengan bahan pembelajaran,
di sana ada peranan media pembelajaran.
D. Bahan Ajar
Bahan ajar adalah bahan atau materi
pelajaran yang disusun secara sistematis, yang digunakan guru dan siswa dalam
proses pembelajaran (Pannen, 1995). Bahan
ajar itu sangat unik dan spesifik. Unik, artinya bahan ajar tersebut hanya
dapat digunakan untuk audiens tertentu dalam suatu proses pembelajaran
tertentu. Spesifik artinya isi bahan ajar tersebut dirancang sedemikian rupa
hanya untuk mencapai tujuan tertentu dari audiens tertentu. Sistematika cara
penyampaiannya pun disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran dan
karakteristik siswa yang menggunakannya. Bagaimana membedakan bahan ajar dengan
yang bukan bahan ajar? Bahan ajar biasanya dilengkapi dengan pedoman siswa dan
pedoman untuk guru. Pedoman-pedoman ini berguna untuk mempermudah siswa maupun
guru menggunakan bahan ajar yang telah dikembangkan. Sekarang coba Anda lihat
buku teks yang sering Anda temukan di pasaran, apakah ada pedoman kerja
siswanya? Apakah dilengkapi dengan pedoman untuk guru? Apakah menyebutkan untuk
siapa bahan tersebut dikembangkan? Apakah menyebutkan prosedur atau tata cara
pemanfaatannya? Jika semua itu tidak ada maka buku teks tersebut walaupun
berisi materi pelajaran yang sangat padat belum dapat dikatakan sebagai bahan
ajar
E. LKS
Menurut Depdiknas (2007), LKS
adalah lembaran yang berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. Tugas yang diperintahkan dalam LKS
harus mengacu pada kompetensi dasar yang akan dicapai siswa. Tugas tersebut
dapat berupa tugas teoritis dan tugas praktis (Abdul Majid, 2008: 176-177). LKS
digunakan sebagai sarana untuk mengoptimalkan hasil belajar peserta didik dan
meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses belajar mengajar.
F. Perangkat Evaluasi
Alat evaluasi ini dikenal dengan instrument evalausi. Penggunaan
alat evaluasi ini untuk mendapatkan hasil yang lebih baik sesuai kenyataan yang
di evaluasi. Ada dua jenis alat evaluasi dalam pembelajaran yaitu : tes dan non-tes. Berikut ringkasan mengenai
dua jenis alat evaluasi dalam pembelajaran yaitu :
1) Tes, yakni penilaian komprenhensive terhadap
seseorang individu atau usaha keseluruhan usaha evaluasi program. Ada dua jenis
alat yang digunakan dalam program pembelajaran : a. Tes
baku (standard) artinya tes tersebut telah melalui validasi dan reliabilitas
untuk suatu tujuan tertentu. b. Tes buatan guru
umumnya belum distadirisasi tetapi harus telah dipertimbangkan factor validasi
dan reliabilitasnya
2) Non-tes, untuk menilai
aspek-aspek tingkahlaku seperi sikap, minat, perhatian, karakteristik dan
lain-lain yang sejenis. a.
Mengidentifikasi siapa diantara kelompok siswa yang leaders dan siapa yang
isolates dengan sosiometri b. Menidentifikasi
minat siswa membaca atau kegiatan pendidikan menggunakan interest inventory c.
Mengetahui atau mengenal sikap-sikap sikap individu terhadap kelompoknya
menggunakan skala sikap (attitude scale) .
Sekian pembahasan menegenai perangkat pembelajaran
Wassalamuaikum Wr. Wb
Referensi :
Malati Sadjati, Ida. Modul : Hakikat Bahan Ajar
http://repository.ut.ac.id/4157/1/IDIK4009-M1.pdf
M. Miftah.
2013. Jurnal KWANGSAN : Fungsi Dan Peran Media Pembelajaran Sebagai
Upaya Peningkatan Kemampuan Belajar
Siswa. Vol. 1 No. 2
Masitah. 2018. Pengembangan
Perangkat Pembelajaran Untuk Memfasilitasi Guru Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab
Siswa Sd Terhadap Masalah Banjir. Samarinda : Universitas Mulawarman. Vol. 15. No.
1
http://library.uir.ac.id/skripsi/pdf/126410792/bab2.pdf
https://eprints.uny.ac.id/9310/3/BAB%202%20-%2008312244026.pdf
http://p4tkmatematika.org/fasilitasi/10-Silabus-RPP-Supinah.pdf
Komentar
Posting Komentar