Manajemen Sekolah

 Apa itu manajemen sekolah ? simak pembahasan dibawah yaaa

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhh ❤❤

Hai teman-teman  bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga kalian tetap jaga kesehatan ya apalagi di musim pandemi seperti sekarang ini. Kali ini saya akan memaparkan laporan bacaan mengenai “Manajemen Sekolah” yang saya dapati dari beberapa jurnal yang sesuai dengan tema yang saya bahas guna memenuhi tugas mata kuliah Magang 1 yang diampu oleh dosen Farninda Aditya, M.Pd. yuk simak dibawah ini ya.

Ngomong-ngomong apakah kalian pernah mendengar kata manajemen sekolah? Iya manajemen sekolah  merupakan salah satu aspek yang harus kita ketahui sebagai calon guru dan pastinya kalian tidak asing dengan kata manajemen sekolah tersebut. Sebelum mengetahui apa itu manajemen sekolah baiknya kita mengetahui dulu apa itu manajemen sekolah. Menurut saya manajemen merupakan suatu komponen yang mengatur sistem sekolah. Maksudnya mengatur sistem sekolah di disini ialah sesuatu aturan yang mengatur segala poin – poin yang ada di sekolah agar lebih terarah atau hal – hal yang berkaitan dengan manajemen sekolah. Berikut pembahasannya simak  yaa.

A. Pengertian Manajemen Sekolah

            Sebagian orang mengenal manajemen sekolah sebagai administrasi pendidikan. Administrasi pendidikan dan manajemen sekolah yang digunakan memiliki makna yang sama pada umumnya. Kathryn dan  M. Bartol dan David C. Martin yang dikutip oleh A.M. Kadarman SJ dan Jusuf Udaya (1995) mengungkapkan bahwa “Manajemen adalah proses untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi dengan melakukan kegiatan dari empat fungsi utama yaitu merencanakan (planning), mengorganisasi (organizing), memimpin (leading), dan mengendalikan (controlling). Dengan demikian, manajemen adalah sebuah kegiatan yang berkesinambungan”. Sebenarnya istilah manajemen sekolah sudah banyak di dengar oleh orang – orang disekitar kita, akan tetapi masih banyak juga yang belum memahami manajemen sekolah tersebut. Slamet PH mengemukakan bahwa manajemen ialah pengkoordinasian dan penyerasian sumber daya secara otonomis dengan melalui beberapa input manajemen untuk mencapai tujuan sekolah dalam pendidikan nasional dengan melibatkan kelompok kepentingan yang berkaitan dengan sekolah secara langsung dalam proses pengambilan keputusan (partisipatif) (Slamet PH, 2000).

            Manajemen merupakan satu sistem pengelolaan yang luas dalam berbagai aspek. Khususnya dalam pendidikan, Djam’an Satori mengemukakan pengertian manajemen pendidikan dengan menggunakan istilah administrasi pendidikan yang diartikan sebagai “keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien” (Djam’an Satori, 1980). Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen merupakan suatu kegiatan yang memanfaatkan berbagai sumber daya dan berupaya untuk mencapai tujuan tertentu. Melalui manajemen sekolah setiap satuan pendidikan dapat menentukan kebijakan sendiri untuk meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan dengan mengakomodasi keinginan masyarakat dan menjalin kerja sama dengan sekolah guna membentuk ptibadi peserta didik yang baik.

B. Tujuan Manajemen Sekolah

            Manajemen sekolah bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, mutu dan pemerataan pendidikan. Peningkatan efisiensi diperoleh oleh keleluasaan dalam mengelola sumber daya yang ada, pastisipasi masyarakat dan penyederhanaan birokrasi. Peningkatan mutu dipeoleh melalui partisipasi orang tua, transparasi pengelolaan sekolah, peningkatan profesionalisme guru, adanya hadiah dan hukuman sebagai kontrol dan lain sebagainya yang dapat menumbuhkembangkan suasana yang kondusif.

            Menurut Ibrohim, tujuan manajemen sekolah adalah untuk memehami secara lebih baik tentang bagaimana pemerintahan yang telah didesentralisasikan dan tata kerje manajemen dapat mendukung pendekatan baru terutama terhadap pengajaran dan pembelajaran, bidang matematika, sains dan studi sosial,  untuk menghasilkan prestasi sekolah yang tinggi (Ibrohim, 2018). Tujuan manajemen sekolah sendiri agar sekolah lebih berinisiatif atau kreatif dalam mengadakan dan memanfaatkan sumber daya sekolah, mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dna ancaman, bertangugng jawab tehadap mutu pendidikan kepada pemerintah, orang tua peserta didik dna masyarakat, serta sekolah dapat melakukan persaingan yang sehat dengan sekolah yang lain untuk meningkatkan mutu pendidikan.

      Untuk mempermudah pembahasan mengenai fungsi manajemen pendidikan Islam, sesuai dengan pendapat yang dikemukan oleh Robbin dan Coulter yang pendapatnya senada dengan Mahdi bin Ibrahim yaitu: Perencanaan, pengorganisasian, pengarahan/kepemimpinan dan pengawasan.

1.      Perencanaan

Sebuah proses pertama ketika hendak melakukan pekerjaan baik dalam bentuk pemikiran maupun kerangka kerja agar tujuan yang hendak dicapai mendapatkan hasil yang optimal. Dalam pendidikan Islam perencanaan harus dijadikan langkah pertama yang benar-benar diperhatikan oleh para manajer dan para pengelola pendidikan Islam. Perencanaan merupakan bagian penting dari sebuah kesuksesan, kesalahan dalam menentukan perencanaan pendidikan Islam akan berakibat sangat patal bagi keberlangsungan pendidikan Islam. Bahkan Allah memberikan arahan kepada setiap orang yang beriman untuk mendesain sebuah rencana apa yang akan dilakukan dikemudian hari.

Dalam Manajeman Pendidikan Islam perencanaan merupakan kunci utama untuk menentukan aktivitas berikutnya. Tanpa perencanaan yang matang aktivitas lainnya tidaklah akan berjalan dengan baik bahkan mungkin akan gagal.

Ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan perencanaan terdapat dalam surah al-Haysr ayat 18 sebagai berikut :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. . “ (QS Al-Hasyr : 18)

2.      Organizing ((pengorganisasian )

Merupakan kegiatan dasar dari manajemen yang dilaksanakan untuk mengatur seluruh sumber-sumber yang dibutuhkan termasuk unsur manusia, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan sukses. Dalam pandangan Islam organisasi lebih menekankan pada bagaimana sebuah pekerjaan dilakukan secara rapi, lebih menekankan pada pengaturan mekanisme kerja. Dalam sebuah organisasi tentu ada pemimpin dan bawahan. Pengorganisasian dalam pendidikan Islam adalah proses penentuan struktur, aktivitas, interkasi, koordinasi, desain struktur, wewenang, tugas secara transparan, dan jelas. Sebuah organisasi dalam manajemen pendidikan Islam akan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan jika konsisten dengan prinsip-prinsip yang mendesain perjalanan organisasi yaitu Kebebasan, keadilan, dan musyawarah. Pengorganisasian terjadi karena pekerjaan yang perlu dilaksanakan itu terlalu berat untuk ditangani oleh satu orang saja. Dengan demikian diperlukan tenaga-tenaga bantuan dan terbentuklah suatu kelompok kerja yang efektif. Banyak pikiran, tangan, dan keterampilan dihimpun menjadi satu yang harus dikoordinasi bukan saja untuk diselesaikan tugas-tugas yang bersangkutan, tetapi juga untuk menciptakan kegunaan bagi masing-masing anggota kelompok tersebut terhadap keinginan keterampilan dan pengetahuan.

Ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan perencanaan terdapat dalam surah Al-Anfal  Ayat 46 sebagai berikut :

وَاَ طِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَنَا زَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ وَا صْبِرُوْاۗاِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَۚ

"Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar." (QS. Al-Anfal 8: Ayat 46)

3.      Actuating (menggerakkan)

Suatu tindakan untuk mengupayakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan tujuan organisasi. Actuating bertujuan untuk menggerakkan orang agar mau bekerja dengan sendirinya dan penuh dengan kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Actuating merupakan upaya untuk merealisasikan suatu rencana. Dengan berbagai arahan dengan memotivasi setiap karyawan untuk melaksanakan kegiatan dalam organisasi, yang sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawab. Actuating tidak lepas dari peranan kemampuan leadership.

Ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan perencanaan terdapat dalam surah al-Kahfi ayat 2 sebagai berikut :

قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا

Artinya : “sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik, .” (QS Al-Kahfi : 2 )

4.      Controlling (Pengawasan)

Dalam pendidikan Islam pengawasan didefinisikan sebagai proses pemantauan yang terus menerus untuk menjamin terlaksananya perencanaan secara konsekwen baik yang bersifat materil maupun spirituil. Menurut Ramayulis, pengawasan dalam pendidikan Islam mempunyai karakteristik sebagai berikut: pengawasan bersifat material dan spiritual, monitoring bukan hanya manajer, tetapi juga Allah Swt, menggunakan metode yang manusiawi yang menjunjung martabat manusia.

Ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan perencanaan terdapat dalam surah at-Tahrim ayat 6 sebagai berikut :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan..” (QS At-Tahrim : 6)

Fungsi manajemen menurut para ahli jika digabungkan maka terdapat beberapa fungsi yaitu : Forecasting, Facilitating, Directing/Commanding Leading, Empowerin, Budgeting, Evaluating yang termasuk dari System, Motivating, Controling, Reporting. (Badarudin,2013 : 2)

1.      Forecasting (Peramalan/perkiraan)

Meramalkan, memproyeksikan, atau mengadakan perkiraaan/taksiran terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rancana yang lebih pasti dapat dilakukan.

Ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan peramalan/perkiraaan terdapat dalam surah yusuf ayat 46-49 sebagai berikut :

يُوسُفُ أَيُّهَا الصِّدِّيقُ أَفْتِنَا فِي سَبْعِ بَقَرَاتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعِ سُنْبُلَاتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَاتٍ لَعَلِّي أَرْجِعُ إِلَى النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَعْلَمُونَ () قَالَ تَزْرَعُونَ سَبْعَ سِنِينَ دَأَبًا فَمَا حَصَدْتُمْ فَذَرُوهُ فِي سُنْبُلِهِ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّا تَأْكُلُونَ () ثُمَّ يَأْتِي مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ سَبْعٌ شِدَادٌ يَأْكُلْنَ مَا قَدَّمْتُمْ لَهُنَّ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّا تُحْصِنُونَ () ثُمَّ يَأْتِي مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ عَامٌ فِيهِ يُغَاثُ النَّاسُ وَفِيهِ يَعْصِرُونَ

Artinya : “(Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf dia berseru), ‘Yusuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu dan mereka mengetahuinya.’ Yusuf berkata, ‘Hendaknya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan. Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan di masa itu mereka memeras anggur .” (QS Yusuf : 46-49)

2.      Facilitating(fasilitas)

kemampuan menyatukan orang untuk bekerjasama secara efektif dalam mencapai tujuan bersama, termasuk dalam memberikan kesempatan setiap orang untuk berpartisipasi dan mengatasi konflik. Fasilitas ini dapat diberikan dengan bentuk kendaraan, perumahan atau fasilitas-fasilitas yang lain yang bisa memberikan semangat bagi karyawan.

Ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan pemfasilitasian terdapat dalam surah al-Isra’ ayat 84 sebagai berikut :

قُلۡ كُلٌّ يَعۡمَلُ عَلَىٰ شَاكِلَتِهِۦ فَرَبُّكُمۡ أَعۡلَمُ بِمَنۡ هُوَ أَهۡدَىٰ سَبِيلًا

Artinya : “Katakanlah (Muhammad), “Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing.” Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.” (QS Al-Isra’ : 84)

Bahwa setiap orang yang melakukan suatu perbuatan, mereka akan melakukan sesuai keadaannya (termasuk di dalamnya keadaan alam sekitarnya) masing masing. Hal ini menjelaskan bahwa dalam melakukan suatu perbuatan memerlukan media agar hal yang dimaksud dapat tercapai. Dalam dunia pendidikan, seorang guru yang hendak mengajarkan suatu materi kepada muridnya dituntut menggunakan media sebagai pembantu sampainya materi tersebut. Media yang dipergunakan tidak harus berupa media yang mahal, melainkan media yang benar-benar efisien dan mampu manjadi alat penghubung antara seorang guru dengan murid agar materi yang diajarkan dapat diterima dan dipahami secara maksimal.

3.      Directing/Commanding(pengarahan)

Suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.

Ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan pengarahan terdapat dalam surah an-Nahl ayat 125 sebagai berikut :

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Artinya : “Serulah (manusia)  kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu  Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalanNya dan Dialah  yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS An-Nahl : 125)

4.      Motivating (motivasi)

Suatu kemampuan seseorang untuk meberikan kegairahan, kegiatan, pengertian, sehingga orang lain mau mendukung dan bekerja secara suka rela untuk mencapai tujuan organisasi sesuai dengan tugas yang dibebankan kepadanya. Motivasi dapat juga diartikan sebagai keadaan kejiwaan dan sikap mental manusia yang memberikan energi, mendorong kegiatan dan mengarah atau menyalurkan perilaku ke arah mencapai kebutuhan yang memberi kepuasan atau mengurangi ketidakseimbangan. (M. Manulang )

Ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan motivasi terdapat dalam surah an-al-Baqarah ayat 216 sebagai berikut :

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

Artinya : “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. .” (QS Al-Baqarah : 216)

5.      Empowering (pemberdayaan)

Kemampuan berbagai informasi, penyampaian ide-ide oleh bawahan, pengembangan karyawan, mendelegasikan tanggung jawab, memberikan saran umpan balik, menyatakan harapan-harapan yang positif untuk bawahan dan memberikan reward bagi peningkatan kerja (Tim Peneliti BKN).

Ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan motivasi terdapat dalam surah yusuf ayat 54 sebagai berikut :

وَقَالَ ٱلْمَلِكُ ٱئْتُونِى بِهِۦٓ أَسْتَخْلِصْهُ لِنَفْسِى ۖ فَلَمَّا كَلَّمَهُۥ قَالَ إِنَّكَ ٱلْيَوْمَ لَدَيْنَا مَكِينٌ أَمِينٌ

Artinya : “Dan raja berkata: "Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat kepadaku". Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia, dia berkata: "Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercayai pada sisi kami.” (QS Yusuf : 54)

 

6.      Budgeting(penanggaran)

Penyusunan anggaran merupakan negosiasi atau kesepakatan antara pimpinan dengan bawahannya dalam menentukan besarnya alokasi biaya suatu penganggaran. (Nanang Fatah, 2004)

Ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan penganggaran terdapat dalam surah an-Nisa ayat 58 sebagai berikut :

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

Artinya : “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS An-Nisa’ : 58)

7.      Evaluating (pengendalian)

Nanang Fattah menambahi bahwa pengawasan dilakukan melalui 3 tahap28: 1. Menetapkan standar pelaksanaan. 2. Pengukuran pelaksanaan dibandingkan dengan standar. 3. Menentukan kesenjangan antara pelaksanaan dengan standar dan rencana. Tapi di dalamnya belum terdapat tahapan terakhir pengawasan yaitu upaya perbaikan. (Nanang Fatah)

Ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan pengendalian terdapat dalam surah al-Sajdah ayat 5 sebagai berikut :

يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

Artinya : “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS As-Sajdah : 5 )

C. Ruang Lingkup Manajemen Sekolah

            Manajemen sekolah memiliki ruang lingkup yang luas dari berbagai aspek meliputi :

1.      Merupakan otonimi satuan pendidikan dalam mengelola pendidikan di satuan pendidikan yang bersangkutan. Kepala sekolah dan guru dibantu komite sekolah dalam mengelola pendidikan,

2.      Kewenangan kepala sekolag untuk menentukan secara mandiri untuk satuan pendidikan yang dikelolanya dalam bidang manajemen meliputi, rencana strategis dan operasional, struktur organisasi dan tata kerja, sistem audit dan pengawasan internal dan sistem penjaminan mutu internal.

Sekian pembahasan mengenai manajemen sekolah semoga kalian dapat memahami ya..

Wassalamualaikum Wr. Wb

 

Referensi :

Sugeng Kurniawan, 2015. Konsep Manajemen Pendidikan Islam Perspektif Al-Qur’an Dan Al-Hadits (Studi Tentang Perencanaan). Volume 2 Nomor 2. Jurnal Nur, El-Islam

Badarudin. 2013. Dasar-Dasar Manajemen. Bandung : Alfabeta. Hlm. 2

Widiyastuti, Ana. Dkk. 2020. Manajemen Berbasis Sekolah (Konsep, Strategi Dan Perencanaan). Yayasan Kita Menulis Press

Sudrajat, Akhmad. 2012. Manajemen Sekolah (Pengertian, Fungsi Dan Bidang Manajemen). Yogyakarta : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Press

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kurikulum

Perangkat Pembelajaran