Manajemen Kelas

Apa itu manajemen kelas? Yuk simak pembahasan dibawah ini yaa

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhh ❤❤

Hai teman-teman  bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga kalian tetap jaga kesehatan ya apalagi di musim pandemi seperti sekarang ini. Kali ini saya akan memaparkan laporan bacaan mengenai “Manajemen Kelas” yang saya dapati dari beberapa jurnal yang sesuai dengan tema yang saya bahas guna memenuhi tugas mata kuliah Magang 1 yang diampu oleh dosen Farninda Aditya, M.Pd. yuk simak dibawah ini ya.

Ngomong-ngomong apakah kalian pernah mendengar kata manajemen kelas? Iya manajemen kelas merupakan salah satu aspek yang harus kita ketahui sebagai calon guru dan pastinya kalian tidak asing dengan kata manajemen kelas tersebut. Sebelum mengetahui apa itu manajemen kelas baiknya kita mengetahui dulu apa itu manajemen sekolah. Menurut saya manajemen merupakan suatu komponen yang mengatur berjalan baik atau tidaknya kondisi di kelas pada saat pembelajaran. Maksudnya manajemen kelas di disini ialah keberhasilan siswa yang ditentukan dari strategi yang di gunakan pada saat pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Dalam manajemen ini guru harus lebih memahami komponen – komponen dasar kegiatan pembelajaran dikelas. Karena sejatinya mengajar tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan saja, tetapi juga perilaku guru yg nantinya akan di tiru oleh siswa. Berikut pembahasannya simak  yaa.

A. Pengertian Manajemen Kelas

            Umunya manajemen kelas lebih mengarah kelas dari segi peserta didik. Menurut Hadari Nawawi, ia memandang kelas dari dua sudut yaitu: 1) Kelas dalam arti sempit adalah ruangan yang dibatasi oleh empat dinding tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses belajar mengajardan 2) Kelas dalam arti luas adalah suatu masyarakat kecil merupakan bagian dari masyarakat sekolah, yang sebagai kesatuan diorganisir menjadi unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan-kegiatan belajar mengajar yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan.Berdasarkan dari pendapat di atas dapat dipahami bahwa pada dasarnya kelas merupakan tempat berkumpulnya beberapa orang dalam melangsungkan proses belajar mengajar (Syaiful Bahri, Djamarah, Aswan Zain, 2006: 176).

            Guru bertugas menciptakan, memperbaiki, dan memelihara sistem atau organisasi kelas, sehingga anak didik dapat memanfaatkan kemampuannya, bakat, dan energinya pada tugas-tugas individual. Sudirman (dalam Djamarah 2006:172)” Manajemen kelas merupakan upaya dalam mendayagunakan potensi kelas”. Kelas mempunyai peranan dan fungsi tertentu dalammenunjang keberhasilan proses interaksiedukatif, agar memberikan dorongan dan rangsangan terhadap anak didik untuk belajar, kelas harus dikelola sebaik-baiknya oleh guru. Dari beberapa pengertian ahli diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen kelas merupakan salah satu usaha untuk mengatur segala kegiatan proses belajar mengajar termasuk sarana dan prasarana yang akan mendukung proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan tujuan yang di inginkan dapat tercapai.

B. Tujuan Manajemen Kelas

Tujuan manajemen kelas ialah mengelola kelas dengan maksud untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan kondisi – kondisi yang memungkinkan siswa belajar dan bekerja, serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan. manajemen kelas dimanfaatkan untuk menciptakan kondisi dalam kelompok kelas yang berupa lingkungan kelas yang baik, yang dapat memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan kemampuannya. Penerapan manajemen kelas produknya dinamis sesuai dengan tujuan-tujuan yang hendak dicapai. Adapun tujuan manajemen kelas antara lain:

1.    Agar pembelajaran dapat dilakukan secara maksimal sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien;

2.    Untuk memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya;

Menurut Ahmad (1995:2) bahwa tujuan manajemen kelas adalah sebagai berikut:

1.      Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupusebagai kelompok belajar yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.

2.      Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar mengajar.

3.      Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam kelas.

4.      Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat - sifat individunya.

Tujuan manajemen kelas adalah penyediaan fasilitas bagi macam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja. Terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap serta apresiasi pada siswa. Tujuan manajemen kelas ialah menyediakan penyediaan fasilitas bagi macam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja. Terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap serta apresiasi pada siswa.

C. Asas – Asas Manajemen

            Asas – asas manajemen kelas terbagi menjadi 8 asas yaitu :

1.      Asas persepsi, yaitu memperoleh tanggapan-tanggapan baru dengan bantuan tanggapan yang telah ada. Kognitif yang telah dimiliki peserta didik dapat digunakan untuk memehami sesuatu yang belum diketahuinya sehingga mereka mendapatkan pengalaman yang bermakna bagi dirinya sendiri. Asas ini diharapkan dapat membangikan minat dan perhatian siswa terhadap hal baru.

2.      Asas peragaan, metode pembelajaran yang sangat efektif. Asas ini sama dengan mengajak siswa untuk melalukan praktek dari mata pelajaran tertentu yang tentunya akan menyenangkan bagi siswa dan mereka dapat cepat memahami materi yang diajarkan. Dapat diwujudkan dalam bentuk seperti : (a) pengalaman langsung; (b) pengalaman yang diatur, (c) dramatisasi; (d) demonstrasi; (e) karyawisata; (f) pameran; (g) televisi sebagai alat peraga; (h) film sebagai alat peraga; dan (i) gambar sebagai alat peraga.

3.      Asas motivasi, menjalankan tugasnya sebagai edukator, guru juga bertugas sebagai motivator yang mendorong siswa untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu demi suksesnya tujuan belajar. Guru harus bisa memotivasi siswa agar memiliki semangat dan kemauan untuk lebih giat belajar. Misalnnya : Mendesain tujuan pembelajaran agar lebih menarik dan jelas, Memberikan reward (penghargaan) bukan sebaliknya memberikan hukuman (punishment). Memberikan siswa pekerjaan rumah yang disesuaikan dengan kemampuan siswa.

4.      Asas belajar aktif, guru mendorong siswa agar terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung agar siswa dapat menyerap kebermaknaan pembelajaran yang akan berguna bagi dirinya.

5.      Asas kerjasama, guru memberi kesempatan siswa agar dalam proses belajar mengajar mereka dapat menyelesaikan permalsahan yang mereka hadapi bersama – sama. Guru mengharapkan agar siswa dapat memahami makna dan kerjasama yang nantinya mereka akan terbiasa di lingkungan masyarakat.

6.      Asas mandiri, sebagai fasilitator guru dapat menghubungkan pengetahuan baru dan yang dimiliki siswa. Tujuan tersebut agar siswa dapat memahami pembelajaran secara mandiri.

7.      Asas penyesuaian dengan individu siswa, kemampuan siswa tentang menguasai materi memanglah berbeda-beda, sehingga guru harus mampu menyesuaikan pembelajaran dengan masing-masing anak. Guru juga perlu memahami karakteristik dari msing – masing anak untuk dapat memahami pembelajaran yang ada[tif dengan karakteristik semua anak didiknya.

8.      Asas korelasi, yaitu mengaitkan pokok bahasan yang diajarkan dengan pokok bahasan lain dalam satu mata pelajaran ataupun dengan pelajaran lain. Digunakan untuk dapat membuat suatu pokok bahasan lebih bermakna bagi siswa. Misalnya untuk pokok bahasan perkalian dalam Matematika, guru dapat mengkorelasikannya dengan pokok bahasan penjumlahan yang sebelumnya sudah dikuasai siswa. Guru memfasilitasi siswa dalam pembelajaran untuk mengkaitkan hubungan antara pokok bahasan tersebut dan diharapkan siswa dapat menyerap makna pembelajaran tanpa melupakan apa yang sudah pernah dikuasainya.

 

D. Prinsip-Prinsip Manajemen Kelas

            Djamarah (2006:185) menyebutkan, “dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam manajemen kelas dapat digunakan prinsip-prinsip manajemen kelas”, sebagai berikut :

a.         Hangat dan antusias Hangat dan antusias merupakan salah satu peinsip yang diperlukan dalam proses belajar dan mengajar. Guru yang hangat dan akrab pada anak didik selalu menunjukkan antusias pada tugasnya atau pada aktifitasnya akan berhasil dalam mengimplementasikan manajemen kelas.

b.        Tantangan, menggunakan kata-kata, tindakan, cara kerja, atau bahan-bahan yang menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang.

c.         Bervariasi, menggunakan alat atau media, gaya mengajar guru, pola interaksi antara guru dan anak didik akan mengurangi munculnya gangguan, meningkatkan perhatian siswa. Kevariasian ini merupakan kunci untuk tercapainya manajemen kelas yang efektif dan menghindari kejenuhan.

d.        Keluwesan, tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mecegah kemungkinan munculnya gangguan siswa serta menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif. Keluwesan pembelajaran dapat mencegah munculnya gangguan seperti keributan siswa, tidak ada perhatian, tidak mengerjakan tugas dan sebagainya.

e.         Menekankan pada hal-hal positif, yaitu penekanan yang dilakukan guru terhadap tingkah laku siswa yangpositif dari pada mengomeli tingkah laku yang negatif,. Penekanan tersebut dapat dilakukan dengan pemberian penguatan yang positif dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan yang dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar.

f.         Penanaman disiplin diri, anak didik dapat mengembangkan disiplin diri sendiri dan guru hendaknya menjadi teladan mengendalaikan diri dan pelaksanaan tanggung jawab. Jadi, guru harus disiplin dalam segala hal bila ingin ana didiknya ikut berdisiplin dalam segala hal.

g.        Stabilitas emosi yang stabil, Yaitu guru harus bisa menjaga emosi nya dan sabar dalam melatih perseta didik.

h.        Optimisme dan Percaya diri, Yaitu diharapkan guru punya rasa kepercayaan diri yangkuat dalam mengajar.

i.          Kesederhanaan (penampilan dan pakaian)

j.          Adil yaitu seorang guru harus menyamakan peserta didik tanpa bembedakan gender nya yang kaya maupun siswa yang miskin, yang pintar mapun yang bodoh, adil dalam memberikan nilai.

k.        Humoris yatu seorang guru harus bisa membawa suasana belajar yang santai tidak kaku, kadangkadang ada suatu cerita yang membuat anak didik tertawa.

E. Komponen-Komponen Ketrampilan Dalam Manajemen Kelas

Komponen keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam mengelola kelas ini pada umumnya dibagi menjadi dua bagian, yaitu keterampilan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal (bersifat preventif) dan keterampilan pengembangan kondisi belajar yang optimal.

 

F. Hambatan-Hambatan Dalam Manajemen Kelas

a.       Faktor guru, faktor penghambat yang dating dari sini seperti: proses pembelajaran yang tidak bervariasi, kepribadian guru yang tidak baik, pengetahuan guru yang kurang, serta pemaham guru yang kurang terhadap peserta didik.

b.      Faktor peserta didik. Kurangsadaran peserta didik dalam memenuhi tugas dan haknya sebagai siswa, akan menjadi masalah dalam pengelolaan kelas.

c.       Faktor keluarga. Tingkah laku peserta didik didalam kelas adalah cerminan keadaan keluarganya.

d.      Faktor fasilitas. Meliputi: jumlah peserta didik yang terlalu banyak dalam satu kelas, besarkecilnya kelas tidak disesuaikan dengan jumlah peserta didiknya, dan ketersediaan alat yang tidak sesuai dengan jumlah peserta didik yang membutuhkannya.

e.       Faktor yang ada diluar wewenang guru bidang studi dan sekolah. Dalam mengatasi masalah semacam ini mungkin yang harus terlibat adalah orang tua, lembaga yang ada dalam masyarakat.

 

Referensi :

Sulistyorini. 2009. Manajemen Pendidikan Islam. Yogyakarta : TERAS

Afriza. 2014. Manajemen Kelas. Pekanbaru : Kreasi Edukasi

Ahmad Rohani Dan Abu Ahmadi. 2004. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta : Rineka Cipta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kurikulum

Perangkat Pembelajaran