Sistem Evaluasi

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhh ❤❤

Alhamdulillah pada hari ini masih diberi nikmat sehat untuk memaparkan sedikit materi yang akan saya bahas... selamat membaca

Oke langsung saja..

Pada kesempatan pertama kali ini saya akan memaparkan atau melaporkan hasil bacaan saya mengenai “Sistem Evaluasi” guna memenuhi tugas mata kuliah Magang 1.

Pengertian evaluasi

Evaluasi dapat diartikan sebagai suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari segla sesuatu yang ada dalam dunia pendidikan ataupun yang berhubungan dengan dunia pendidikan (Wayan Nurkancana Dan Sunartana, 1982 : 1)

Evaluasi menurut Wiersma dan Jurs yang dikutip oleh Aunurrahman mengemukakan bahwa evaluasi ialah suatu proses yang mencakup pengukuran maupun testing yang juga berisi tentang pengambilan keputusan tentang nilai. Sebagaimana yang Arikunto katakan ia menyatakan bahwa evaluasi merupakan kegiatan mengukur dan menlai. Kedua pendapat tersebut sama-sama menyatakan bahwa evaluasi memiliki cakupan yang lebih luas dari pada pengukuran dan testing ( Annurahman, 2013 : 204 - 205 )

Evaluasi ialah kegiatan atau suatu proses sistematis yang mendasari seluruh kegiatan pembelajaran agar berjalan dengan baik. Evaluasi bertujuan untuk mengetahui sejauh mana efisiensi proses pembelajaran yang dilaksanakan dan efektifitas pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. ( Ratnawulan,2014 )

Pengertian sistem

Sistem ialah sebuah tatanan atau keterpaduan yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional dengan satuan fungsi dan tugas khusus , yang saling berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses tertentu ( Fatansyah, 2015 : 11 )

Gordon B. Davis mengemukakan pengertian sistem yang terdapat dalam bukunya bahwa sistem berupa abstrak atau fisis. Sistem yang abstrak merupakan susunan yang teratur dari gagasan-gagasan atau konsepsi yang saling bergantung. Sedangkan sistem yang bersifat fisis adalah serangkaian unsur yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan. ( Davis, 2012 )

Pengertian sistem evaluasi pembelajaran

Evaluasi berasal dari bahasa Inggris yakni evaluation yang berarti evaluasi dalam arti luas ialah suatu proses merencanakan, memeperoleh dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif – altenatif dari sebuah keputusan. ( Ngalim Purwanto, 2004: 3)

Hubungan evaluasi dengan kegiatan pengajaran seperti yang dikatakan oleh Wrightstone dkk mengemukakkan bahwa evaluasi pendidikan adalah penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan siswa ke arah tujuan – tujuan atau nilai-nilai yang telah ditetapkan di dalam kurikulum ( Ngalim Purwanto, 2004 : 3)

Evaluasi pembelajaran adalah evaluasi terhadap proses belajar mengajar. Secara sistemik evaluasi pembelajaran diarahkan pada komponen-komponen sistem pembelajaran yang mencakup komponen raw input yakni perilaku awal (entry behavior) siswa, komponen input instrumental : kemampuan profesional guru atau tenaga kependidikan, komponen kurikulum (program studi, metode, media), komponen administrative (alat, waktu, dana), komponen proses ialah prosedur pelaksanaan pembelajaran, komponen output ialah hasil pembelajaran yang menandai ketercapaian tujuan pembelajaran. (Oemar Hamaliki, 1995 : 171)

Tujuan dan fungsi evaluasi pembelajaran

Fungsi adanya evaluasi pembelajaran ialah agar dapat memperbaiki program pengajaran, maka dari itu evaluasi pembelajaran dikategorikan ke dalam  penilaian formatif atau evaluasi formatif, yaitu evaluasi yang dilaksanakan pada akhir program belajar mengajar untuk melihat tingkat keberhasilan proses belajar mengajar (Nana Sudjana, 1991 : 5)

Menurut Anas Sudijono ia mengatakan evaluasi formatif ialah evaluasi yang dilaksanakan di tengah – tengah atau pada saat berlangsungnya proses pembelajaran, yaitu dilaksanakan pada setiap kali satuan program pelajaran atau sub pokok bahasan yang dapat diselesaikan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh amna peserta didik telah terbentuk dengan tujuan pengajaran yang telah ditentukan (Anas Sudijono, 2006 : 23)

Tujuan evaluasi pembelajaran terbagi menjadi dua yakni tujuan umum dan tujuan khusus. Secara umum evaluasi pembelajaran bertujuan untuk : 1). Memperoleh data pembuktian yang akan menjadi petunjuk dari sampai mana tingkat kemampuan dan keberhasilan peserta didik dalam pencapaian tujuan – tujuan kurikuler setelah menempuh proses pembelajaran dalam jangka waktu yang telah ditentukan. 2). Mengukur dan menilai sampai di manak efektifitas mengajar dan metode-metode mengajar yang telah diterapkan atau dilaksanakan olehpendidik, serta kegiatan belajar yang dilaksanakan oleh peserta. Sedangkan secara khusus ialah : 1). Untuk merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program Pendidikan. 2). Untuk mencari dan menemukan faktor-faktor penyebab keberhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan, sehingga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau cara-cara perbaikannya (Anas Sudijono, 2006 : 17).

Adanya evaluasi dalam pembelajaran diperuntukan untuk kepentingan pengambilan keputusan, misalnya tentang akan digunakan atau tidaknya suatu pendekatan, metode, atau teknik. Dalam keadaan pengambilan keputusan proses pembelajaran, evaluasi sangat penting karena evaluasi telah memberikan informasi mengenai keterlaksanaan proses belajar mengajar, sehingga dapat berfungsi sebagai pembantu dan pengontrol pelaksanaan proses belajar mengajar.

Bagi pendidik fungsi evaluasi ini sangat penting bagi pendidik perlu diperhatikan dengan sunguh-sungguh agar evaluasi yang diberikan nanti benar tepat sasaran. Karena hampir setiap saat pendidik melaksanakan kegiatan evaluasi untuk menilai keberhasilan belajar siswa serta dalam program pengajaran.

Prinsip dan teknik evaluasi pembelajaran

Adanya prinsip dalam evaluasi pembelajaran guna sebagai penuntun dalam kegiatan evaluasi. Prinsip - prinsip evaluasi sebagai berikut : prinsip- prinsip evaluasi adalah sebagai berikut :

a)      Prinsip Objektif Evaluasi harus dilaksanakan secara objektif.yang  artinya tanpa pengaruh, karena evaluasi harus berdasarkan data-data yang nyata dan harus berdasarkan testing yang telah dilaksanakan.

b)      Prinsip Kontinu Evaluasi harus dilaksanakan secara kontinu.

c)      Prinsip komprehensif Evaluasi hendaknya dilaksanakan secara komprehensif. Artinya evaluasi hendaknya harus mengenai pada semua aspek kepribadian murid (Subari, 1994 : 172).

Teknik diistilahkan sebagai alat. Sedangkan dalam teknik evaluasi berarti alat yang digunakan dalam rangka untuk melakukan kegiatan evaluasi. Dalam proses pembelajaran teknik dikenal dengan dua macam yakni teknik tes sebagai jalan menguju peserta didik dan teknik non tes dilakukan tanpa menguji peserta didik.

Teknik tes berfungsi sebagai alat pengukur perkembangan belajar peserta didik, tes dibedakan menjadi tiga golongan yakni : Tes diagnostik, ialah tes yang digunakan untuk mengetahui kelemahan- kelemahan siswa sehingga berdasarkan kelemahan-kelemahan siswa tersebut dapat dilakukan pemberian perlakuan yang tepat (Suharsimi Arikunto, 2002 : 63. Tesf ormatif, ialah tes yang bertujuan untuk mengetahui sudah sejauh mana peserta didik telah terbentuk sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditentukan setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. Di sekolah tes formatif ini dikenal dengan istilah ulangan harian. Tes sumatif, ialah tes hasil belajar yang dilaksanakan setelah sekumpulan satuan program pengajaran selesai diberikan, di sekolah tes ini dikenal dengan ulangan umum, di mana hasilnya digunakan untuk mengisi nilai raport atau mengisi Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) atau Ijazah (Anas Sudijono, 2006 : 71 - 73).

Teknik non tes dari bukannya dengan tanpa menguji peserta didik akan tetapi dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1) Skala bertingkat (rating scale) skala yang menggambarkan suatu nilai   berbentuk angka dalam hasil pertimbangan. 2) Questioner (Angket), sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh orang yang akan diukur (responden). 3) Daftar cocok (check list), deretan pernyataan di mana responden yang dievaluasi tinggal membubuhkan tanda cocok (√) di tempat yang sudah disediakan. 4) Wawancara (Interview) suatu metode atau cara yang digunakan untuk mendapatkan jawaban dari responden dengan jalan tanya jawab sepihak. 5) Pengamatan (observation) suatu teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti serta pencatatan secara sistematis. 6) Riwayat hidup, gambaran tentang keadaan seseorang selama dalam masa kehidupannya.

Tes identifikasi dilakukan untuk mengukur kemahiran mengidentifikasi sesuatu hal berdasarkan fenomena yang ditangkap melalui alat indera, Tes simulasi digunakan untuk mengukur kemahiran bersimulasi memperagakan suatu tindakan, Tes kinerja dipakai untuk mengukur kemahiran mendemonstrasikan pekerjaan yang sesungguhnya, mengukur kemahiran membaca al- Qur’an. Penugasan adalah suatu teknik penilaian yang menuntut peserta didik melakukan kegiatan tertentu di luar kegiatan pembelajaran di kelas, Tes lisan dilaksanakan melalui komunikasi langsung antara peserta didik dengan penguji dan jawaban diberikan secara lisan. Tes jenis ini memerlukan daftar pertanyaan dan pedoman penskoran, Penilaian portofolio ialah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai portofolio peserta didik, Portofolio adalah kumpulan karya-karya peserta didik dalam bidang tertentu yang diorganisasikan untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu.

Langkah-langkah evaluasi merupakan bagian integral dari pendidikan atau pengajaran sehingga perencanaan atau penyusunan, pelaksanaan dan pendayagunaannyapun tidak dapat dipisahkan dari keseluruhan program pendidikan atau pengajaran (Slameto, 2001 : 45 ).

Agar evaluasi dapat dilaksanakan tepat pada waktu yang diharapkan dan hasilnya tepat guna dan tepat arah, langkah-langkah dari evaluasi tersebut ialah sebagai berikut : (Anas Sudijono, 2006 : 93 – 97 )

1. Menyusun rencana evaluasi hasil belajar dengan Merumuskan tujuan dilaksanakannya evaluasi, Menetapkan aspek-aspek yang akan dievaluasi, Memilih dan menentukan teknik yang akan dipergunakan di dalam pelaksanaan evaluasi misalnya apakah menggunakan teknik tes atau non tes, Menyusun alat-alat pengukur yang dipergunakan dalam pengukuran dan penilaian hasil belajar peserta didik, seperti butir-butir soal tes, Menentukan tolok ukur, Menentukan frekuensi dari kegiatan evaluasi hasil belajar itu sendiri.

2. Mengukur data dalam evaluasi pembelajaran

3. Melalkukan verifikasi data mana guna memisahkan data

4. Mengolah dan menganalisis data hasil evaluasi

5. Memberikan interprestasi dan menarik kesimpulan

6. Tidak lanjut hasil evaluasi

Penilaian dan evaluasi pasti dilakukan dalam proses pembelajaran. Penilaian dan evaluasi dilakukan bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik apakah sudah memenuhi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) atau belum. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan klasifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) digunakan sebagai pedoman dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana daya serap peserta didik terhadap produk bahasan yang pendidik terapkan. Ada beberapa jenis alat evaluasi, yaitu : bentuk tes tertulis dan tidak tertulis. Jika kita perhatikan dunia pendidikan, kita akan mengetahui bahwa setiap jenis atau bentuk pendidikan pada waktu-waktu tertentu selama satu periode pendidikan selalu mengadakan evaluasi, yang artinya pada waktu-waktu tertentu selama satu periode pendidikan selalu mengadakan penilaian terhadap hasil yang telah dicapai, baik oleh pihak terdidik maupun oleh pendidik.

SUMBER :

Nurkanca, Akhmadi. Sunartana. 1982. Evaluasi Pendidikan. Surabaya : Usaha Offset Printing. hal. 1

Annurahman. 2013. Belajar dan Pembelajaran : Bandung : Alfabet. hal 204-205

Ratnawulan. 2014. Evaluasi Pembelajaran. Bandung : Penerbit Pustaka. hal. 29

Riadi,  Akhmadi. 2017. Ittihad  Jurnal Kopertas Wilayah XI Kalimantan : Problematika Sistem Evaluasi Pembelajaran. vol.15.No.27

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kurikulum

Perangkat Pembelajaran